Tradisi Unik Pada Budaya Indramayu

Tradisi Unik Pada Budaya Indramayu

Hampir ke seluruh wilayah pada Indonesia memiliki tradisi beragam dan unik yang merupakan ciri khas dari daerah tersebut. Maka terkecuali ke Indramayu juga memiliki banyak sekali tardisi unik yang merupakan akulturasi dari budaya Jawa dan Sunda bagian wilayah Utara. Tradisi Unik Pada Budaya Indramayu melakukan secara berulang-ulang, yang terjadi selama turun temurun dari nenek moyang terdahulu dan masih jalankan hingga sekarang oleh masyarakat Melansir dari https://103.171.84.221/.

Tradisi Unik Pada Budaya Indramayu

Nadran

Menurut http://tehila-lashem.com/ Nadran merupakan sebuah cerminan dari sebuah hubungan manusia dengan sang pencipta yang berupa ungkapan rasa syukur akan hasil tangkapan ikan dan mengharapkan akan meningkatnya hasil tangkapan masa mendatang, serta jauhkan dari bencana dan bahaya dalam mencari nafkah ke laut. Nadran sendiri berasal dari kata nazar yang artinya janji.

Ngarot

Ngarot adalah tradisi turun-temurun dari nenek moyang yang adakan sekali dalam setahun, yaitu pada saat menjelang musim tanam padi biasanya sekitar bulan Oktober, November atau Desember. Tradisi ini rutin adakan desa Lelea, Jambak dan Tugu. Maka uniknya lagi acara ini adakan setiap hari Rabu, bukan hari yang lainnya.

Mapag Sri

Tradisi mapag sri ini melakukan saat hendak memasuki musim panen pertama (rendengan) tiba. Tradisi ini merupakan wujud syukur kepada Sang Pencipta karena tanaman padi milik petani mulus mujur hingga saat panen tiba. Mapag sri sendiri berasal dari kata mapag artinya menjemput, sedangkan sri maksudkan kepada Dewi Sri (padi).

Ngunjung

Maka Ngunjung atau munjung yaitu upacara syukuran yang laksanakan ke kuburan. Maka yang anggap keramat, biasanya adakan pada bulan Syuro dan Maulud. Walaupun munjung berasal dari kata kunjung yang artinya mengunjungi makam leluhur. Sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh yang terdahulu dengan segala jasa yang telah berikannya.

Sedekah Bumi

Sedekah Bumi adalah tradisi yang laksanakan oleh para petani pada saat akan turun menggarap sawahnya. Biasanya adakan pada awal musim hujan yaitu sekitar bulan Oktober sampai Desember. Acara ini biasanya gelar ke sawah atau bisa juga balai desa Prosesi tradisi ini biasanya mulai dari berkumpulnya masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *