Maka Banyak Orang Bermain Media Sosial

Maka Banyak Orang Bermain Media Sosial

Begitu banyak orang telah memiliki akun media sosial, bahkan lebih dari satu. Terutama generasi milenial yang pasti sudah akrab sekali dengan dumay alias dunia maya. Namun saat banyak orang tak bisa lepas dari media sosial, malah yang untuk menghapus atau menonaktifkan akunnya Menurut http://tehila-lashem.com/.

Maka Banyak Orang Bermain Media Sosial

Maka dunia nyata dia sangat sibuk dan medsos

Melansir dari https://103.55.37.123/, mungkin cukup aktif ke media sosial. Akan tetapi belakangan ini dia seperti lenyap ditelan bumi. Penyebabnya, kesibukannya di dunia nyata kian tinggi. Misalnya, sibuk bekerja. Pun media sosial gak mendukung pekerjaannya. Artinya, dengan atau tanpa ia memiliki akun media sosial, pekerjaannya tidak terpengaruh. Berbeda dengan pedagang yang harus berjualan di medsos atau penulis yang bisa mengunggah karya-karya terbarunya.

Sadar telah menghabiskan terlalu banyak waktu

Dia sadar telah menggunakan nyaris semua waktunya untuk bermain media sosial. Kalau ini terus dibiarkan, semua kegiatannya ke dunia nyata dapat terbengkalai. Maka Sayangnya, media sosial sudah serupa candu sehingga sekadar membatasi waktu dalam bermedia sosial tidak mudah. Dia harus lebih keras pada diri sendiri dengan cara berhenti total atau uninstall aplikasi.

Jadi lebih bisa berkonsentrasi pada kegiatan yang penting

Tadinya dia juga gak yakin bakal bisa lepas dari candu media sosial. Namun, setelah merasakan sendiri manfaat mengurangi kegiatan media sosial, dia justru mantap untuk berhenti sekalian. Dahulu, media sosial membuatnya membuang-buang waktu, tenaga, dan kuota. Sekarang konsentrasi belajar atau bekerjanya menjadi penuh tanpa perlu memikirkan ada kabar dari medsos.

Pusing, terlalu banyak hoaks yang beredar ke media sosial

Satu atau dua hoaks yang beredar ke media sosial bisa mencuri perhatian para penggunanya sampai membuat mereka terprovokasi. Akan tetapi jika sudah terlalu banyak hoaks beredar, akhirnya terasa membosankan bahkan menjengkelkan. Dari pada berisiko, orang yang sangat mengutamakan keselamatan diri akan lebih suka berhenti menggunakan media sosial.

Belum lagi berbagai status pengguna medsos yang suka-suka, tidak memperhatikan etika, memicu pertengkaran dengan akun lain, penuh keluhan, dan sebagainya. Tidak semua orang mampu bersikap cuek dengan keributan ala medsos seperti ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *