Festival Budaya Orang Tionghoa

Festival Budaya Orang Tionghoa

Festival Budaya Orang Tionghoa

Festival Budaya Orang Tionghoa, – Negara kita tercinta ini adalah negara besar yang terdiri dari beberapa kepulauan besar. Penduduknya ada yang berasal dari Melayu, Jawa, Bugis, dan yang lainnya. Namun, Indonesia juga sering membuat penduduk dari negara lainnya tertarik untuk tinggal menetap di Indonesia karena beberapa alasan.

Salah satunya adalah orang Cina di Indonesia, karena seperti yang kita tahu, orang Cina telah tersebar hampir di seluruh wilayah negara-negara di dunia. Hal ini dikarenakan kelihaian orang Cina dalam hal berdagang dan menjalin relasi. Ditambah lagi negara asal mereka sudah sangat penuh dengan jumlah penduduk yang luar biasa banyaknya.

Melansir https://aeacap.org/, Budaya Tionghoa merupakan budaya yang paling kompleks dan sudah tersebar ke berbagai penjuru dunia seiring dengan banyaknya orang China yang memilih untuk bermigrasi ke luar negeri. Budaya Tionghoa mencerminkan nilai luhur, kebiasaan dan bakti kepada leluhur.

Festival sering dianggap sebagai cara memamerkan kekayaan budaya. Namun dibalik kemewahannya, ada tanggung jawab untuk mewariskan tradisi ini.

Meskipun budaya Tionghoa adalah salah satu kebudayaan yang paling tua di dunia. Yang sudah ada sejak berabad-abad yang lalu, tapi budaya Tionghoa mampu bertahan hingga saat ini. Berikut beberapa kebudayaan yang masih dibawa dan dilakukan hingga saat ini.

Festival Tahun Baru Imlek

Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi biasanya dirayakan oleh masyarakat Tionghoa hingga kini dengan sangat meriah, dengan menggantung berbagai macam pernak-perniknya, seperti lampion merah, menempel kertas merah bertuliskan ‘FU’, menyiapkan angpao, sampai pesta kembang api dan tarian naga serta barongsai.

Awalnya Imlek merupakan hari raya yang berkaitan dengan pergantian musim, yakni dari musim dingin ke musim semi. Karena musim semi dihitung sebagai musim pertama dari 4 musim yang ada, maka berdasarkan penanggalan Imlek. Hari pertama mulainya musim semi merupakan hari pertama penanggalan tahunan.

Festival Cap Go Meh

Festival Yuan Xiao atau biasa dikenal dengan perayaan Cap Go Meh jatuh setiap tanggal 15 bulan pertama penanggalan Imlek. Sama hal nya dengan perayaan Imlek diatas. Perayaan Cap Go Meh ini juga dirayakan dengan sangat meriah di beberapa negara yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Umumnya yang ada dalam Festival Cap Go Meh ini adalah disajikan pertunjukan tarian barongsai, naga (liong), atraksi beladiri wushu, pergelaran alat musik tradisional China, pertunjukan tarian khas negeri Tiongkok, dan sebagainya.

Bahkan di Indonesia, festival Cap Go Meh ini dilakukan upacara kirab atau turun ke jalan raya dengan menggotong Kio/usungan yang diisi/dimuat arca para Dewa. Bahkan, di beberapa kota di tanah air, seperti di daerah Jakarta dan di Manado, ada atraksi ‘lok thung’ atau ‘thang sin’.

Dimana ada seseorang yang menjadi medium perantara, dimana biasanya akan melakukan beberapa atraksi sayat lidah, memotong lengan/badannya dengan sabetan pedang dsb, dan dipercaya telah dirasuki roh Dewa/i untuk memberikan berkat bagi umatNya. Berikut informasi selengkapnya mengenai Festival Cap Go Meh.

Festival Ceng Beng

Festival Qing Ming atau Ceng Beng adalah hari di mana masyarakat Tionghoa melakukan ziarah ke kuburan leluhurnya (orang tua, sanak family). Sekalian membersihkannya dan bersembahyang di makam sambil membawa buah-buahan, kue, makanan, serta karangan bunga.

Hari Ceng Beng biasanya jatuh pada tanggal 5 April kalender Masehi. Kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk penghormatan (mengenang) kepada leluhur atau keluarga yang telah meninggal. Berikut informasi selengkapnya mengenai Festival Ceng Beng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *