Budaya Luar Negeri yang Bisa Kamu Tiru Untuk Menurunkan Berat Badan

Budaya Luar Negeri yang Bisa Kamu Tiru Untuk Menurunkan Berat Badan – Sering makan makanan berlemak terutama saat Lebaran memang sangatlah lezat sayang rasanya bila harus menahan nafsu makan pada momen tersebut yang hanya setahun sekali. Namun di balik kelezatannya, kita dihadapkan pada ancaman kenaikan berat badan.

7 Budaya Asing Yang Patut Kita Contoh - Womantalk

Jangan khawatir! Supaya lemak tak menumpuk akibat makan banyak saat Lebaran, kamu bisa mempraktikkan budaya hidup sehat ala luar negeri untuk membakar lemak. Berikut ini daftarnya.

1. Belanda: bersepeda

Melansir dari http://tehila-lashem.com/ Belanda memang sangat terkenal dengan budaya bersepeda. Bahkan, jumlah sepeda yang ada di Belanda lebih banyak bila dibandingkan dengan jumlah penduduknya.

Aturan umumnya, makin cepat kecepatan bersepeda, maka semakin banyak kalori yang dibakar, karena tubuh menggunakan lebih banyak energi untuk melaju lebih cepat. Menurut Universitas Harvard, bersepeda dengan kecepatan sedang 12-13,9 mil per jam (19-22 km per jam) akan membuat seseorang berbobot 155 pon (70 kg) membakar 298 kalori dalam 30 menit. Pada kecepatan yang lebih cepat, yaitu 14-15,9 mil per jam (22-25 km per jam), seseorang dengan bobot yang sama akan membakar 372 kalori.

2. Jepang: minum teh hijau

Jepang memiliki jumlah penduduk dengan obesitas terendah. Itu semua tak lepas dari kebiasaan hidup sehat mereka yang bisa kita jadikan panutan. Salah satunya yang bisa kita contoh adalah rutin minum teh hijau.

Ekstrak teh hijau telah di hubungkan dengan peningkatan pembakaran lemak, khususnya saat berolahraga.

3. Polandia: lebih banyak makan di rumah

Kebanyakan orang Polandia hanya menghabiskan 5 persen dari anggaran yang mereka keluarkan untuk makan di luar. Kebiasaan ini sebetulnya sangat baik, khususnya buat kamu yang sedang diet.

Dengan lebih sering makan di rumah, kamu lebih bisa menjaga kebersihan makanan, mengontrol asupan makan, atau bahan-bahan yang di gunakan saat memasak.

4. Swiss: sarapan dengan muesli

Cobalah memulai sarapan ala orang Swiss, yaitu, muesli. Ini adalah kombinasi dari biji-bijian, buah-buahan kering, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Biji-bijian dalam muesli mentah, itulah yang membedakannya dari granola.

Muesli biasanya di sajikan dengan susu rendah lemak, jus jeruk, atau yoghurt. Karbohidrat kompleks, serat, protein, dan nutrisinya dapat di masukkan dalam diet penurunan berat badan. Perhatikan juga porsi untuk membatasi kalori.

5. Meksiko: lebih banyak makan pada siang hari, bukan malam hari

Terakhir di kutip dari http://motorvista.com bagi orang Meksiko, makan dengan kalori yang banyak sangat baik di lakukan pada siang hari dan makan lebih sedikit pada malam hari. Mereka akan makan antara pukul 2 siang sampai jam 4 sore.

Kebiasaan makan ini bisa di tiru, karena makan dengan kalori tinggi pada malam hari hanya akan menimbun lemak pada saat kamu tidur nantinya. Namun, jika kamu makan lebih banyak pada siang atau pagi hari, makanan tersebut akan menjadi energi buat mendukung aktivitas.

Itu dia beberapa kebudayaan luar yang bisa kamu tiru untuk menurutkan berat badan, tertarik mencoba salahsatunya?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *